<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Sef</title>
	<atom:link href="http://catatansef.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://catatansef.wordpress.com</link>
	<description>Everything,... About My Perceptions</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Jan 2012 09:28:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='catatansef.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Catatan Sef</title>
		<link>http://catatansef.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://catatansef.wordpress.com/osd.xml" title="Catatan Sef" />
	<atom:link rel='hub' href='http://catatansef.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Lembaran Baru</title>
		<link>http://catatansef.wordpress.com/2010/03/03/lemabran-baru/</link>
		<comments>http://catatansef.wordpress.com/2010/03/03/lemabran-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 22:19:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sef</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatansef.wordpress.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Pertama kali menemukan kata hiatus, dari Adis – ex teman sekamar. Dia menggunankan kata tersebut dalam judul postingan blognya untuk menginformasikan kepada pembaca setianya kalau dalam jangka waktu yang tidak ditentukan, akan menghilang dari dunia perblogeran, alias tidak mengupdate postingnnya. Nah sekarang saya juga merasaknnya, hitaus. Hmmm, lama juga saya tidak membuat postingan baru…. *** [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatansef.wordpress.com&amp;blog=6051425&amp;post=152&amp;subd=catatansef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://catatansef.files.wordpress.com/2010/03/imageswe.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-153" title="imageswe" src="http://catatansef.files.wordpress.com/2010/03/imageswe.jpeg?w=700" alt=""   /></a></p>
<p>Pertama kali menemukan kata <em>hiatus</em>, dari Adis –<em> ex</em> teman sekamar. Dia menggunankan kata tersebut dalam judul postingan blognya untuk menginformasikan kepada pembaca setianya kalau dalam jangka waktu yang tidak ditentukan, akan menghilang dari dunia perblogeran, alias tidak meng<em>update</em> postingnnya. Nah sekarang saya juga merasaknnya, <em>hitaus</em>. Hmmm, lama juga saya tidak membuat postingan baru….</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Beberapa bulan terakhir waktu terasa berjalan sangat cepat : pekerjaan yang terus menerus tiada henti, kuliah kemudian ujian, dan yang paling terasa ketika saya putuskan untuk mengakhiri masa lajang beberapa bulan yang lalu. Akhirnya saya menikah, hehe….</p>
<p>Menikah adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidap saya. Merubah status dari <em>single</em> ke <em>married</em> bukanlah hal yang gampang. Saat kita memutuskan untuk menikah berati kita siap akan konsekuensinya, yang terburuk sekalipun.</p>
<p>Masalah utamanya bukan lancar tidaknya acara saat resepsi pernikahan tapi setelahnya, bagaimana kita membina keluarga, menggabungkan dua insan yang berbeda menjadi satu. Kata pak Sotar, atasanku di kantor ”setelah menikah kamu pasti akan dikejutkan sama istrimu”. Benar saja, satu bulan pertama saya dipusingkan dengan proses pencocokan. Saya harus menerima kekurangan dia dan dia harus menerima kekurangan saya. Menurut bisik-bisik teman yang telah berkeluarga, hal tersebut akan berlangsung paling tidak sampai satu tahun berselang, hwaduh….</p>
<p>Beberapa waktu lalu, Widada – temanku lainnya, bertanya yang membuat kening saya berkerut karena memikirkan jawaban yang tepat untuk menggambarkan perasaan saya. “Jujur yah, apakah setelah menikah kamu lebih bahagia dibandingkan saat masih <em>single</em>?”<span id="more-152"></span></p>
<p>Saya tidak bisa mengatakan lebih bahagia. Menikah membuat banyak batasan. Sekarang tidak sebebas dulu, menghabiskan gaji sendirian, makan dimanapun kapanpun, hangout bareng temen-temen, haha hihi bersama…. Kehidupan saya seolah berubah 90 derajat.</p>
<p>Saya juga tidak bisa mengatakan setelah menikah tidak lebih bahagia dibanding saat masih sendiri. Kini ada orang yang selalu ingin saya cintai dan saya ingin selalu dicintainya. Ketika saya merasa miskin karena harus membagi penghasilan/gaji, hati saya justru semakin kaya karena saya memiliki dua hati, bahagia dia adalah bahagiaku juga; dan saat berkumpul besama teman-teman berkurang, saya bisa bercengkrama dengan istri tercinta.</p>
<p>Menikah memang sebuah pilihan namun sampai kapan kita akan menikmati status kita sebagai<em> single</em>. Dan bukankah kita memang harus tetap bergerak. Tidaklah mungkin terus menjadi anak kecil, pada akhirnya kita juga akan menjadi remaja kemudian dewasa dan menikah adalah metamorphosis kehidupan yang seharusnya tidak kita tolak (asal mampu).</p>
<p>Terakhir saya katakan ke Widada bahwa keputusan saya menikah (semoga) akan berakhir <em>happy ending</em>. Bak sebuah buku, saya sedang membuka lembaran baru kehidupan dengan judul bab “setelah menikah”. Cerita berikutnya ternyata lebih berwarna, ada kisah sedih, senang, terlebih saat istri saya positif hamil kisahnya semakin mengharukan. Semoga<em> happy ending</em> di akhir bukuku benar terjadi. Amiiin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&lt;p&gt;&lt;a href=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=&lt;?php the_permalink();?&gt;” title=”&lt;?php the_title();?&gt;, share on Facebook” rel=”nofollow” target=”_blank”&gt;&lt;img src=”http://alkatro.mw.lt/images/facebookshare.png” alt=”Share on Facebook”&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatansef.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatansef.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatansef.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatansef.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatansef.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatansef.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatansef.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatansef.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatansef.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatansef.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatansef.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatansef.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatansef.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatansef.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatansef.wordpress.com&amp;blog=6051425&amp;post=152&amp;subd=catatansef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatansef.wordpress.com/2010/03/03/lemabran-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3b801964b28f222d25387aa96829ba8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sef</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://catatansef.files.wordpress.com/2010/03/imageswe.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">imageswe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Power Of Hobby</title>
		<link>http://catatansef.wordpress.com/2009/09/01/the-power-of-hobby/</link>
		<comments>http://catatansef.wordpress.com/2009/09/01/the-power-of-hobby/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 04:42:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sef</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatansef.wordpress.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Hampir setiap orang memiliki hobi walaupun tingkat kefanatikannya berbeda-beda. Hobi itu bisa dari kesukaan atas olahraga, film, petualangan dan banyak jenis lainnya. Dengan memiliki hobi berarti kita memiliki satu warna tambahan dalam kehidupan. Jadi, beruntunglah orang yang telah menemukan dan enjoy atas hobinya. Dengan bangga, saya katakan bahwa hobi saya saat ini adalah bermain tenis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatansef.wordpress.com&amp;blog=6051425&amp;post=144&amp;subd=catatansef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hampir setiap orang memiliki hobi walaupun tingkat kefanatikannya berbeda-beda. Hobi itu bisa dari kesukaan atas olahraga, film, petualangan dan banyak jenis lainnya. Dengan memiliki hobi berarti kita memiliki satu warna tambahan dalam kehidupan. Jadi, beruntunglah orang yang telah menemukan dan enjoy atas hobinya.</p>
<p>Dengan bangga, saya katakan bahwa hobi saya saat ini adalah bermain tenis lapangan. Bangga karena biasanya olahraga tersebut  di mainkan oleh orang-orang kelas atas. Walaupun saya bukan kalangan atas namun saya beruntung dapat rumah mess yang di depannya ada lapangan tenis, fasilitas  gratis yang dikasih sama pemerintah. Sebelum mendapatkan penugasan bekerja di Kota Ambon, tiga tahun lalu, saya tidak pernah bermain olahraga tersebut.</p>
<p>Awalnya, bermain tenis hanya iseng saja tapi lama-kelamaan jadi ketagihan juga. Menurut saya, tenis lapangan adalah olah raga yang sangat kompleks. Tangan dan kaki semunaya bergerak, otak kita juga bekerja untuk mengatur strategi bagaimana dan dimana bola akan ditempatkan ke lapangan lawan. Jika bola berhasil masuk dan menghasilkan point, rasanya maknyus…. Saya benar-benar tersihir.</p>
<p>Biasanya, di hari sabtu pagi saya dan teman-teman  bermain tennis kemudian dilanjutkan sore harinya dan mungkin malamnya juga. Hari minggu pagi maen tenis lagi, kalo ada yang mengajak sorenya masih bisa main lagi dan malamnya lagi, besok sorenya sepulang dari kantor maen lagi, besoknya lagi dan lagi….(jangan terlalu percaya karena saya sedikit lebay). Bahkan saat puasa seperti ini pun kita tetap rajin main tennis.<span id="more-144"></span></p>
<p>Saya merasa energi untuk bermain tennis tidak pernah habis. Rasanya ingin terus bermain, dan bila hari itu sudah capek besoknya pasti ada energi tambahan buat maen lagi. Mungkin hobi saya bermain tenis lapangan sudah pada tingkat yang hampir ekstreem.</p>
<p>Puncaknya, suatu saat saya pernah mengalami kecelakaan yaitu ditabrak motor saat berjalan kaki. Ban depan motor menabrak kaki kanan saya secara frontal. Seharian  berjalan terpincang-pincang, kaki kanan rasanya sangat sakit untuk menopang.</p>
<p>Keesokan harinya, walaupun kaki kanan belum benar-benar sembuh, saya langsung meng-iyakan ketika teman mengajak bermain tenis. Anehnya saat bermain rasa sakit tersebut hampir tidak dirasakan namun setelah beramin baru terasa sakit kembali. Saya menyebut keanehan itu sebagai<em> the power of  hobby</em>.</p>
<p>Tidak ada rumus seberapa besar tambahan energi atas hobi yang kita miliki. Yang saya yakini, selama masih menikmatinya maka kita akan mendapat tambahan kebahagiaan. Dan dari kebahagiaan tersebut akan mencarge energi kita. Apapun hobinya, asalkan positif.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatansef.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatansef.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatansef.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatansef.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatansef.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatansef.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatansef.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatansef.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatansef.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatansef.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatansef.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatansef.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatansef.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatansef.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatansef.wordpress.com&amp;blog=6051425&amp;post=144&amp;subd=catatansef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatansef.wordpress.com/2009/09/01/the-power-of-hobby/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3b801964b28f222d25387aa96829ba8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sef</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Marhaban Ya Ramadhan</title>
		<link>http://catatansef.wordpress.com/2009/08/20/marhaban-ya-ramadhan/</link>
		<comments>http://catatansef.wordpress.com/2009/08/20/marhaban-ya-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 05:55:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sef</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatansef.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, sebentar lagi bulan suci Ramadhan segera tiba. Bulan seribu bulan, bulan penuh barokah dan bulan penuh ampunan bagi kaum muslimin yang bertaqwa. Bagi saya, bulan ramadahan berarti harus berpuasa sebulan penuh. Kita patut bersyukur karena tinggal di negara dengan mayoritas penduduknya beragama islam. Ketika Ramadahan tiba suasananya menjadi semarak. Disepanjang jalan banyak penjual dadakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatansef.wordpress.com&amp;blog=6051425&amp;post=132&amp;subd=catatansef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-134" title="masjid" src="http://catatansef.files.wordpress.com/2009/08/masjid1.jpg?w=700&#038;h=78" alt="masjid" width="700" height="78" /></p>
<p>Alhamdulillah, sebentar lagi bulan suci Ramadhan segera tiba. Bulan seribu bulan, bulan penuh barokah dan bulan penuh ampunan bagi kaum muslimin yang bertaqwa. Bagi saya, bulan ramadahan berarti harus berpuasa sebulan penuh.</p>
<p>Kita patut bersyukur karena tinggal di negara dengan mayoritas penduduknya beragama islam. Ketika Ramadahan tiba suasananya menjadi semarak. Disepanjang jalan banyak penjual dadakan yang menjajakan makahan khas berbuka puasa, malamnya terdengar kemeriahan bunyi petasan dan kembang api, kemudian stasiun-stasiun televisi berlomba-lomba menyuguhkan tontonan bertemakan puasa. Dengan begitu ibadah puasa yang kita laksanakan terasa lebih ringan untuk dilaksanakan.</p>
<p>Namun tak berarti berlangsungnya bulan Ramadhan hanya suatu  euforia belaka dan melupakan makna yang tekandung dalam bulan suci tersebut. Ibadah puasa yang kita laksanakan jelas hanya karena dan diperuntukan untuk Sang Khalik.</p>
<p>Dan berpuasa juga bukan hanya menahan rasa lapar saja, lebih dari itu, dengan berpuasa kita diwajibkan menahan segala hawa nafsu yang membelenggu keimanan kita setiap saat.</p>
<p>Realisasinya, menjalankan puasa dengan sebenar-benarnya tidaklah mudah. Jika hanya tidak makan dari subuh hingga maghrib mungkin masih mudah, namun untuk mengendalikan hawa nafsu susahnya minta ampun. Itulah ujian yang diberikan Allah SWT bagi umat islam. Dibalik ujian tersebut terdapat hikmah yang sangat luar biasa besarnya.</p>
<p>Mari kita bersihkan hati dan sambutlah bulan agung nan mulia, bulan dimana ayat Al’quran pertama kali diturunkan. Semoga di bulan suci Ramadhan ini, kita dilimpahkan  kebarokahan dan menjadikan kita sebagai pribadi yang lebih baik lagi.</p>
<p>Selamat menunaikan ibadah puasa.  <em>Marhaban ya Ramadhan</em>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatansef.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatansef.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatansef.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatansef.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatansef.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatansef.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatansef.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatansef.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatansef.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatansef.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatansef.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatansef.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatansef.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatansef.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatansef.wordpress.com&amp;blog=6051425&amp;post=132&amp;subd=catatansef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatansef.wordpress.com/2009/08/20/marhaban-ya-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3b801964b28f222d25387aa96829ba8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sef</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://catatansef.files.wordpress.com/2009/08/masjid1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">masjid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentukan Investasimu!</title>
		<link>http://catatansef.wordpress.com/2009/08/04/tentukan-investasimu/</link>
		<comments>http://catatansef.wordpress.com/2009/08/04/tentukan-investasimu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 16:14:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sef</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatansef.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Masa muda masa yang berapi-api, begitulah salah satu bait syair lagu yang pernah dibawakan oleh Rhoma Irama di tahun 80-an. Ya, masa muda adalah saat dimana seribu keinginan ada di pundak, segala hal baru ingin di coba dan segala barang baru ingin dimiliki, apalagi yang sudah (baru) bekerja. Terkandang kita tidak berpikir panjang dalam mengeluarkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatansef.wordpress.com&amp;blog=6051425&amp;post=83&amp;subd=catatansef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><img class="alignleft size-full wp-image-85" title="images1" src="http://catatansef.files.wordpress.com/2009/08/images11.jpeg?w=700" alt="images1"   /></em></p>
<p><em>Masa muda masa yang berapi-api</em>, begitulah salah satu bait syair lagu yang pernah dibawakan oleh Rhoma Irama di tahun 80-an. Ya, masa muda adalah saat dimana seribu keinginan ada di pundak, segala hal baru ingin di coba dan segala barang baru ingin dimiliki, apalagi yang sudah (baru) bekerja. Terkandang kita tidak berpikir panjang dalam mengeluarkan uang, hanya untuk memenuhi keinginan saja bahkan untuk sesuatu yang sebenarnya tidak perlu. Ujung-ujungnya, pengeluaran akan membengkak.</p>
<p>Padahal kita tidak hidup di waktu itu saja. Jika di beri waktu panjang, insyaAllah, kita akan melalui roda kehidupan yang terus berjalan dan terkadang tak bisa tertebak kemana arahnya. Jadi sangat tidak bijak  memfoya-foyakan pengahasilan untuk sesaat.</p>
<p>Sebenarnya sah-sah saja jika kita menysihkan penghasilan untuk bersenang-senang menikmati masa muda karena masa itu tidak datang dua kali. Tapi seringnya kita lupa diri dan keblabasan. Alhasil, tidak ada sisa uang lagi untuk di tabung.</p>
<p>Waktu  masih kecil, orang tua kita selalu memberikan celengan agar anaknya mau belajar menabung. Sekarang kita sudah bekerja dan mendapatkan gaji tiap bulannya, biasakanlah untuk menabung seperti anjuran orang tua dulu. Apalagi sudah banyak bank yang menawarkan kemudahan nasabahnya untuk menabung. Daripada menghamburkan uang hanya demi memenuhi hasyat gejolak masa muda, lebih baik sebagian penghasilan  ditabung untuk memepersiapkan bekal di masa depan</p>
<p>Tapi apakah dengan menabung saja sudah cukup? Menampung uang di bank dalam jangka waktu yang lama tidaklah kreatif. Lebih baik kita mengalihkan dana tabungan yang telah terkumpul menjadi investasi.<span id="more-83"></span></p>
<p>Fokus berinvesatasi adalah mengaolah dana atau sumber daya untuk mendapatkan hasil atau manfaat lebih besar di kemudian hari. Contohnya adalah<strong> mengumpulkan modal untuk berwirausah</strong><strong>a</strong> dan<strong> membeli barang modal</strong>.</p>
<p>Bagi yang telah bekerja (kantoran) tidak ada salahnya untuk mencoba membuka usaha sampingan. Selain mendapatakan keuntungan laba yang berlipat-lipat (jika berhasil), banyak sekali pelajaran yang kita dapat dengan mencoba berwirausaha di usia muda.</p>
<p>Contoh investasi lainnya adalah <strong>membeli tanah dan rumah</strong>. Situasi ekonomi Indonesia (khususnya) tidak pernah stabil, harga barang-barang teus naik, nilai inflasi tiap tahunnya tidak pernah kurang dari angka 5%. Jika kita terus menyimpan (menabung) dalam bentuk uang/rekening tentu akan merugi. Nilai uang sekarang tidak sama dengan nilai uang beberapa tahun menadatang.</p>
<p>Berdasarkan pembuktian empiris, harga tanah dan rumah akan selalu naik tiap tahunnya apalagi jika lokasinya strategis. Daripada menumpuk uang di bank mendingan dibelikan tanah atau rumah walaupun harus kredit sekalipun. Tanah dan rumah tidak akan basi dimakan waktu, dan jika suatu saat akan dijual kembali pasti ada saja peminatnya.</p>
<p>Pilihan lain adalah <strong>menabung dalam bentuk emas</strong>. Berdasarkan pembuktian empiris lainnya, harga emas selalu naik mengikuti besaran inflasi yang telah terjadi. Selain harga jualnya yang terus naik, emas juga bisa dipakai sebagai perhiasan.</p>
<p>Jika cara-cara berinvesatsi diatas terlalu sulit karena membutuhkan dana yang besar padahal penghasilan kita pas-pasan, mungkin mulailah dengan menabung dengan <strong>tabungan berjangka</strong> yaitu tabungan tetap tiap bulannya dan tidak bisa diambil dalam jangka waktu yang ditentukan.</p>
<p>So, Mumpung masih muda, ayo menabung, dan mulailah berinvestasi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatansef.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatansef.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatansef.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatansef.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatansef.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatansef.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatansef.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatansef.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatansef.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatansef.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatansef.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatansef.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatansef.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatansef.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatansef.wordpress.com&amp;blog=6051425&amp;post=83&amp;subd=catatansef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatansef.wordpress.com/2009/08/04/tentukan-investasimu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3b801964b28f222d25387aa96829ba8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sef</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://catatansef.files.wordpress.com/2009/08/images11.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">images1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Persepsi Kebahagiaan</title>
		<link>http://catatansef.wordpress.com/2009/07/23/persepsi-kebahagiaan/</link>
		<comments>http://catatansef.wordpress.com/2009/07/23/persepsi-kebahagiaan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 09:30:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sef</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatansef.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Kepalaku termangguk-angguk menonton Fenny Rose dan temannya menawarkan perumahan elite di Metro TV. Senyum mereka terus mengembang sambil menelusuri sudut-sudut rumah. Setiap view yang ditampilkan adalah kemewahan. Bibirku semakin mengangga ketika Fenny Rose menutup acara itu, “Sungguh penawaran yang sangat fantastis, dengan harga hanya Rp. 1,8 milyar kita sudah dapat rumah yang wah ini. Cepetan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatansef.wordpress.com&amp;blog=6051425&amp;post=70&amp;subd=catatansef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-71" title="images1" src="http://catatansef.files.wordpress.com/2009/07/images1.jpeg?w=700" alt="images1"   /></p>
<p>Kepalaku termangguk-angguk menonton Fenny Rose dan temannya menawarkan perumahan elite di Metro TV. Senyum mereka terus mengembang sambil menelusuri sudut-sudut rumah. Setiap view yang ditampilkan adalah kemewahan. Bibirku semakin mengangga ketika Fenny Rose menutup acara itu, “Sungguh penawaran yang sangat fantastis, dengan harga<strong><em> hanya</em></strong> Rp. 1,8 milyar kita sudah dapat rumah yang wah ini. Cepetan persediaan terbatas!”.</p>
<p>Acara diatas mungkin hanya ditujukan untuk kaum borjuis, orang-orang berkantong tebal dengan penghasilan selangit. Kenyataanya permintaan akan hunian esklusif terus mengalir, manandakan jumlah orang kaya khususnya di Indonesia sangat banyak. Pertanyaannya adalah, apakah mereka bahagia?</p>
<p>Misalkan ada survey untuk menentukan tingkat kebahagiaan dengan responden antara orang-orang kalangan atas dengan kelas menengah atau bos-bos dengan karyawan rendahan. Saya jamin, hasilnya tingkat kebahagiaan mereka tidak akan jauh berbeda. Tidak semua orang kaya bahagia dan dan tidak semua orang miskin (tapi jangan miskin-miskin amat) menderita. Jadi menurut saya, kekayaan tidak menjamin orang itu bisa bahagia dan uang bukan tolak ukur utama untuk menentukan kebahagiaan.</p>
<p>Yang membedakan mungkin adalah masalah persepsi saja. Contohnya adalah, seorang tukang becak akan senang bukan kepalang jika diberi uang sejuta rupiah. Tapi jika uang sebesar itu diberikan kepada pengusaha sukses, maka akan ditanggapi dengan biasa saja, dia baru senang jika mendapatkan uang seratus juta rupiah. Mendapatkan uang satu juta rupiah dibanding seratus juta rupiah mungkin memberikan tingkat kebahagiaan yang sama dengan dua subjek berbeda.<span id="more-70"></span></p>
<p>Dengan uang sebesar itu, si tukang becak akan dapat menghidupi keluarganya selama satu bulan plus beli peralatan rumah yang sudah usang. Dan saya rasa dia tidak punya hasrat untuk mempunyai mobil, rumah baru, pakaian bagus atau barang-barang mewah lainnya. Karena dia sudah menyadari akan nasibnya sebagai tukang becak.</p>
<p>Semakin kaya kita maka semakin besar pula keinginan kita. Seorang pengusaha sukses pasti akan menginginkan mempunyai rumah yang layak, mobil dan lain sebagainnya. Dan itu sangat wajar, karena dia tahu kemampuannya untuk memiliki barang-barang tersebut.</p>
<p>Orang miskin akan mempersepsikan diri sebagai orang miskin. Mereka akan menjalani kehidupannya sebagai orang miskin. Asalkan dapat memenuhi kebutuhan dasarnya setiap hari, saya rasa, mereka sudah senang.</p>
<p>Orang kaya akan mempersepsikan diri sebagai orang kaya. Tentu mereka mengharapkan memiliki segala sesuatunya dengan layak.  Dan belum tentu dengan segala kelayakan tersebut mereka akan senatiasa bahagia, toh mereka akan menjalani hidupnya dengan biasa-biasa saja.</p>
<p>Walaupun demikian, pada sampai titik tertentu, harta atau uang mungkin juga mempengahuri kebahagiaan. Contohnya, orang yang benar-benar miskin dan  tidak mampu memenuhi kebutuhan paling dasar, juga memerlukan uang. Intinya, orang yang sangat-sangat miskin hampir dipastiakan mereka menderita.</p>
<p>Jadi jika dibuat korelasi antara kekayaan, harta maupun uang dibandingkan dengan tingkat kebahagiaan seseorang hasilinya adalah : semakin banyak uang yang dimiliki oleh seseorang maka semakin bahagia orang itu, hingga pada batas tertentu, semakin banyak uang yang dimiliki seseorang maka akan tidak banyak berpengaruh terhadap kebahagiaan seseorang. Batas tertentu itu adalah, ketika seseorang telah mampu memenuhi kebutuhan dasar (makan sehari-hari, tempat tinggal, hiburan ala kadarnya). Kemudian yang menentuakan kebahagiaan adalah persepsi kita saja. Jika kita merasa bahagia ya akan bahagia. Itu menurut saya lho….</p>
<p>Walaupun kita sudah merasa puas dengan kemampuan ekonomi pas-pasan, bukan berarti harus pasrah begitu saja. Kita tetap musti berikhtiar uantuk meningkatkan derajat ekonomi. Banyak uang dan harta tidak bisa dikonotasikan dengan hal yang negatif.</p>
<p>Dengan kekayaan tersebut, kita bisa menafkahkan keluarga kita, memberikan pendidikan yang bagus untuk anak kita, mezakatkan penghasilan kita, mengulurkan tangan untuk yang membutuhkan. Bukankah hal-hal itu binsa membuat kita lebih bahagia.</p>
<p>Menurut saya lagi, persepsi atas kebahagiaan mungkin dipengaruhi oleh banyak unsur. Dan saya tidak bisa menjabarkannya, karena saya bukanlah seorang filosof (saya hanya sok tahu aja, he,he). Tapi saya yakin salah satu unsur kebahagiaan itu adalah ketika ikhtiar dan ikhlas dapat berjalan beriringan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatansef.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatansef.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatansef.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatansef.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatansef.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatansef.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatansef.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatansef.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatansef.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatansef.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatansef.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatansef.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatansef.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatansef.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatansef.wordpress.com&amp;blog=6051425&amp;post=70&amp;subd=catatansef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatansef.wordpress.com/2009/07/23/persepsi-kebahagiaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3b801964b28f222d25387aa96829ba8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sef</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://catatansef.files.wordpress.com/2009/07/images1.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">images1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dua Hari Di Pulau Pombo</title>
		<link>http://catatansef.wordpress.com/2009/07/09/dua-hari-di-pulau-pombo/</link>
		<comments>http://catatansef.wordpress.com/2009/07/09/dua-hari-di-pulau-pombo/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 11:15:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sef</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatansef.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Dari kejauhan pualu itu tampak teramat kecil. Perahu kami terus berderu menyibak ombak yang tenang. Tujuan semakin dekat, namun pulau itu tetap tak menunjukkan keagungannya. Hanya terlihat pepohonan yang berdiri diatas bentangan pasir putih tak seberapa luasnya. Didepanku, terbingkai lukisan pamandangan alam karya Maha Pencipta. Degradasi warna pantai yang mengelilingi pulau kerdil, ikan-ikan pun tampak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatansef.wordpress.com&amp;blog=6051425&amp;post=51&amp;subd=catatansef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Dari kejauhan pualu itu tampak teramat kecil. Perahu kami terus berderu menyibak ombak yang tenang. Tujuan semakin dekat, namun pulau itu tetap tak menunjukkan keagungannya. Hanya terlihat pepohonan yang berdiri diatas bentangan pasir putih tak seberapa luasnya.</em></p>
<p><em>Didepanku, terbingkai lukisan pamandangan alam karya Maha Pencipta. Degradasi warna pantai yang mengelilingi pulau kerdil, ikan-ikan pun tampak menari-nari diantara karang yang bersebaran, sedangkan diatas, burung-burung berkejaran menantang kencangnya angin. Sungguh harmonisasi alam yang sempurna, pemandangan yang menyejukkan mata dan hati.</em><em><br />
</em><em> </em><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Akhirnya perahu kayu  kami  telah mencapai bibir pantai. Kita sudah  sampai di Pulau Pombo, pulau bisu tak berpenghuni.</em></p>
<p style="text-align:center;"><em> <img class="aligncenter size-full wp-image-65" title="SDC11261" src="http://catatansef.files.wordpress.com/2009/07/sdc112614.jpg?w=700" alt="SDC11261"   /></em></p>
<p>Karena tidak ada dermaga di pulau itu, kapal tidak bisa merapat secara sempurna. Beberapa ABK hanya mengikat tali kapal ke tiang yang di tanam di bibir pulau. Saya bergegas turun dan menceburkan kaki saya ke pantai, tersasa sejuk setelah setengah jam berjemur diatas kapal yang tidak ada atapnya.</p>
<p>Pulau Pombo terletak sekitar 5 km dari pulau Ambon bagian timur, luasnya tidak lebih dari 4 km2. Disamping pulau itu masih ada dua pulau kerdil lagi yang jaraknya berdekatan. Jika air laut sedang surut, ketiga pulau tersebut hampir menyatu.</p>
<p>Oleh Pemerintah Propinsi Maluku, Pombo dijadikan lahan konservasi yang dilindungi. Hingga saat ini, pulau tersebut tidak diijinkan untuk di huni oleh penduduk secara permanen. Terdapat beberapa tanaman dikembangkan disana, membuat pulau kecil itu semakin hijau.<span id="more-51"></span></p>
<p>Kunjunagn kami ke pualu Pombo dimaksudkan untuk melakukan kegiatan outbond. Setiap tahun di kantorku, Perwakilan BPKP Maluku, selalu mengadakan kegiatan tersebut. Jika tahun lalu outbond dilakukan di <a href="http://adis.web.id/2008/04/02/the-last-trilogy-of-beautiful-banda-naira-kota-sejarah/">kepulauan Banda</a>, maka berdasarkan rapat internal kantor, kegiatan dialalihkan di tempat berbeda guna menambah pengalaman baru. Kegiatan itu diikuti oleh sebagaian karyawan di kantorku.</p>
<p>Kami segera membangun beberapa tenda untuk berteduh selama dua hari kedepan. Mungkin hujan baru saja turun, tanah disana masih tersasa basah dan menimbulkan bau khas.</p>
<p>Dari pulau sebelah tampak pelangi menyeringai, menambah cantik pemandangan yang sudah indah. Dari dulu saya selalu suka pelangi. Berdasarkan buku cerita yang pernah saya baca waktu masih kecil, pelangi adalah selendang milik bidadari yang sedang mandi.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-55" title="SDC11471" src="http://catatansef.files.wordpress.com/2009/07/sdc11471.jpg?w=700" alt="SDC11471"   /></p>
<p>Ditengah padatnya acara oubond, saya menyempatkan untuk berjalan sendirian menyusuri tepian pantai. Sesekali ombak pasang menerpa kaki saya. Suara ombak begitu ribut, belum lagi angin laut yang kencang namun sangat segar. Ah… saya mersasakan keromantisan di sini, ditemani oleh nyanian alam.</p>
<p>Selama tinggal di Jawa (Jakarta, Tegal kemudian ke Jakarta lagi), sangat jarang saya merasakan keheningan, kecuali dimalam hari. Disana, orang begitu banyak, belum lagi kendaraan yang berlalu lalang. Dipulau Jawa, khususnya di kota-kota besar, bagaikan kue dengan rasa manis, maka banyak semut yang mengerubunginya.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-56" title="IMG_0302" src="http://catatansef.files.wordpress.com/2009/07/img_0302.jpg?w=150&#038;h=112" alt="IMG_0302" width="150" height="112" /></p>
<p>Konon katanya, dulu, pulau ini sering di singgahi burung Maleo. Burung ini memiliki bulu berwarna hitam, kulit sekitar mata berwarna kuning, iris mata merah kecoklatan, kaki abu-abu, paruh jingga dan bulu sisi bawah berwarna merah-muda keputihan. Di atas kepalanya terdapat tanduk atau jambul keras berwarna hitam.</p>
<p>Habitat asli Maleo sebenarnaya ada di kawasan Sulawesi. Maleo suka tinggal di sekitar pantai dan bertelur di pasir terbuka. Ukuran telur  maleo bisa mencapai lima kali telur ayam. Saking besarnya, induk maleo bisa pingsan sesaat setelah bertelur.</p>
<p>Naasnya, tingkat kematian anak burung maleo sangat tinggi. Sebagian disebabkan perburuan yang dilakukan oleh manusia. Kini spesies tersebut terancam punah, termasuk langkanya maleo yang singgah di pulau Pombo, sayang.<br />
Semoga burung-burung maleo kembali muncul di Pombo, seperti terbitnya matahari kala fajar tiba.</p>
<p>Oiya, karena untuk mengelilingi pulau tak seberapa jauh, saya bisa menikmati sunrise dan sunset dari segala penjuru. Saya mendapatkan visualisasi nayata atas gambar yang pernah saya buat saat masih kecil : matahari terbit diantara dua pulau dan dilatari oleh lautan.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-57" title="IMG_0278" src="http://catatansef.files.wordpress.com/2009/07/img_0278.jpg?w=700" alt="IMG_0278"   /></p>
<p>Outbond kali ini sangat menyenangkan, tidak kalah serunya dibanding ketika kami melakukan acara tersebut di kepualauan Banda (pulau terindah yang pernah saya kunjungi).</p>
<p>Kegiatan outbond diisi dengan permainan-permainan yang mungkin bisa menambah kekompakan diantara pegawai, disamping memacu kratifitas kita.</p>
<p>Di pulau Pombo, tempat MCK kami bangun sendiri dengan bedeng-bedeng sederhana, sedangan untuk tidur kita menggunakan tenda besar menyerupai barak-barak pengungsi. Keterbatasan fasilitas tersebut tidak mengurangi kami untuk menikmati kegiatan tersebut.</p>
<p>Bahkan dimalam hari, saya sempat tidur di pantai beralaskan tikar plastik. Menunggu mata terpejam dengan memandangi bintang-bintang dilangit dan diselimuti angin malam, sungguh luar biasa.</p>
<p>Semua pegawai melebur menjadi satu, tidak peduli atasan atau bawahan. Semua tertawa menikmati kebersamaan. Kata mentor outbond kami : “ selama disini, harus bersenang-senang”.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-58" title="IMG_0242" src="http://catatansef.files.wordpress.com/2009/07/img_0242.jpg?w=700" alt="IMG_0242"   /></p>
<p>Tepat dua hari kami di pulau Pombo hingga acara outbond berakhir. Saatnya pulang ke kampung halaman nomor tiga, Ambon. Kapal kayu yang memabawa kami ke pulau Pombo siap mengantar kami pulang. Banyak pengalaman indah yang dapakan selama disana.</p>
<p>Namun dalam hati tetap saja menyisahkan kerisauan. Ditengah menikmati indahnya pemandangan pulau Pombo, saya menyaksikan banyaknya sampah-sampah berserakan.</p>
<p>Mungkin sampah itu bersasal dari orang-orang yang pernah berkunjung di pulau Pombo dan pulang meninggalkan sampah, bisa juga sampah kiriman dari tempat lain yang terkirim melalui lautan luas. Yang pasti semua itu disebabkan oleh ulah manusia.</p>
<p>Sering saya melihat begitu enaknya orang membuang sampah ke laut. Pikir mereka jika sampah di buang, sampah akan hilang dimakan ombak.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-59" title="IMG_0292" src="http://catatansef.files.wordpress.com/2009/07/img_0292.jpg?w=700" alt="IMG_0292"   /></p>
<p>Sekarang lihat hasilya, sampah itu tidak akan hilang begitu saja, sampah-sampah akan bermutasi ke tempat lain dan parahnya lagi sampah tersebut juga dapat merusak terumbu karang yang berarti merusak ekosistem di dalam lautan, hemmm.</p>
<p>Apa mau dikata, sekarang yang bisa saya katakanan : “Friend, buanglah sampah pada tempatnya dan mulailah dari diri sendiri, pelase”.</p>
<p><em>*  Photo oleh : Chaki dan Sef</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatansef.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatansef.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatansef.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatansef.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatansef.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatansef.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatansef.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatansef.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatansef.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatansef.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatansef.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatansef.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatansef.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatansef.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatansef.wordpress.com&amp;blog=6051425&amp;post=51&amp;subd=catatansef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatansef.wordpress.com/2009/07/09/dua-hari-di-pulau-pombo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3b801964b28f222d25387aa96829ba8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sef</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://catatansef.files.wordpress.com/2009/07/sdc112614.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">SDC11261</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://catatansef.files.wordpress.com/2009/07/sdc11471.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">SDC11471</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://catatansef.files.wordpress.com/2009/07/img_0302.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0302</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://catatansef.files.wordpress.com/2009/07/img_0278.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0278</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://catatansef.files.wordpress.com/2009/07/img_0242.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0242</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://catatansef.files.wordpress.com/2009/07/img_0292.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_0292</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hal Yang Membanggakan</title>
		<link>http://catatansef.wordpress.com/2009/06/28/hal-yang-memabanggakan/</link>
		<comments>http://catatansef.wordpress.com/2009/06/28/hal-yang-memabanggakan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2009 12:29:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sef</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatansef.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Rasa bangga adalah hadiah istimewa, hasil dari sesuatu hal baik yang telah kita kerjakan. Terkadang rasa bangga itu datang pada saat yang tak terduga. Saya pernah merasakan bosannya saat-saat menganggur. Ketika baru lulus kuliah, walaupun sekolah di perguruan tinggi negeri dengan ikatan dinas namun tidak serta merta ketika lulus langsung bekerja, ada jeda sekitar hampir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatansef.wordpress.com&amp;blog=6051425&amp;post=40&amp;subd=catatansef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rasa bangga adalah hadiah istimewa, hasil dari sesuatu hal baik yang telah kita kerjakan. Terkadang rasa bangga itu datang pada saat yang tak terduga.</p>
<p>Saya pernah merasakan bosannya saat-saat menganggur. Ketika baru lulus kuliah, walaupun  sekolah di perguruan tinggi negeri dengan ikatan dinas namun tidak serta merta ketika lulus langsung bekerja, ada jeda sekitar hampir setahun saya  menganggur.</p>
<p>Hingga suatu saat, ada iklan lowongan pekerjaan di koran Kompas yang mencari guru privat untuk siswa SMU yang akan menghadapi ujian akhir sekolah. Mumpung lagi nganggur plus isi dompet yang semakin menipis, saya coba melamar pekerjaan tersebut. Dengan pengalaman tidak pernah menjadi guru privat, modal saya adalah nekat dan <em>nothing to loose</em>.</p>
<p>Gayung bersambut, selang beberapa hari setelah surat lamaran dikirim melalui <em>faximile</em>, saya mendapat telpon dari si pemasang iklan. Esok harinya saya harus langsung mengajar sekaligus nego masalah honor yang akan dibayar. Jika cocok, akan lanjut mengajar.<span id="more-40"></span></p>
<p>Seharian saya mengcontack temen-temen yang sudah berpengalaman menjadi guru privat. “Klo masih amatiran, honor Rp. 50.000 aja dah cukup besar” kata temenku. Sebenernya yang saya pikirkan adalah kesanggupan mengajar hingga si anak bisa sukses di ujian nasional, maklum, waktu itu grade nilai kelulusan baru dinaikan menjadi 5 untuk tiga mata pelajaran. Untungnya anak tersebut ngambil jurusan IPS sama dengan saya.</p>
<p>Hari pertama mengajar sukses, si anak kayanya merasa cocok dengan cara mengajarku. Padahal sudah beberapa kali dia dibimbing sama guru privat dan tidak bertahan lama karena tidak cocok. Buntutnya, saya merasa pede ketika si Ibu menanyakan berapa honor per harinya. “Gimana dengan Rp. 70.000, Bu?” . Dan tidak ada sanggahan dari beliau.</p>
<p>Akhirnya kita bersapekat, dalam seminggu saya mengajar sebanyak tiga kali dan setiap harinya paling tidak dua jam waktu mengajar, <em>deal</em>.</p>
<p>Artinya dalam sebulan saya akan mendapatkan paling tidak sebanyak Rp. 860.000 (Rp.70.000 x 3 x 4). Angka tersebut cukuplah besar bagi saya yang pengangguran saat itu, apalagi honor sekian sudah melebihi UMR Jakarta.</p>
<p>Ternyata pekerjaan tersebut bukanlah hal yang gampang dikerjakan. Jarak tempat tingga saya di Palmerah (JakBar) dengan rumah si anak yang tinggal di Ampera (JakSel) tidak dekat, butuh waktu lebih dari satu jam perjalanan, itu pun kalo tidak kena macet. Dan si anak yang bukan tipe rajin belajar, jelas menjadi kendala.</p>
<p>Namun, justru saya mendapat tantangan. Saya mencoba mengajari rumus-rumus dasar akuntansi dari dasar dan menjelaskan teori ekonomi dengan pendekatan yang lebih simple, karena pelajaran itulah yang menjadi momok dia. Yang melegakan setelah beberapa kali mengajar, si anak bilang “Mas, ternyata akuntansi itu gampang ya!”.</p>
<p>Sebulan saya mengajar. Alhamdulillah, target  tercapai, walaupun beberapa hari tidak mengajar namun digantikan dengan hari yang lainnya. Kini giliran saya mendapatkan imbalannya, honor sebulan <em>full</em>.</p>
<p>Bagi saya, yang belum pernah bekerja sebelumnya pada saat itu, gaji pertamaku adalah hal yang sangat membanggakan. Bukan semata hanor lumayan (untuk ukuran seorang setengah pengangguran), namun sejujurnya saya mengejakan pekerjaan tersebut dengan sepenuh hati plus pengorbanan.</p>
<p>Jika dibandingkan dengan gaji saya sebagai PNS ( saat ini) yang jumlahnya lebih besar , rasa puas yang saya rasakan jauh tidak lebih besar. Bahkan ketika saya mendapatkan honor perjalanan dinas yang jumlahnya sangat besar (menurut saya) beberapa saat lalu, saya tidak merasa se-<em>apreciate</em> saat mendapatkan honor mengajar.</p>
<p>Bagi saya, saat-saat mengajar adalah hal yang membanggakan walaupun hanya mengajar satu orang saja. Suatu hari kelak, saya harap dapat mengulanginya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatansef.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatansef.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatansef.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatansef.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatansef.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatansef.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatansef.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatansef.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatansef.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatansef.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatansef.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatansef.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatansef.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatansef.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatansef.wordpress.com&amp;blog=6051425&amp;post=40&amp;subd=catatansef&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatansef.wordpress.com/2009/06/28/hal-yang-memabanggakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3b801964b28f222d25387aa96829ba8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sef</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
