Catatan Sef

Everything,… About My Perceptions

Dua Hari Di Pulau Pombo

dengan 10 komentar

Dari kejauhan pualu itu tampak teramat kecil. Perahu kami terus berderu menyibak ombak yang tenang. Tujuan semakin dekat, namun pulau itu tetap tak menunjukkan keagungannya. Hanya terlihat pepohonan yang berdiri diatas bentangan pasir putih tak seberapa luasnya.

Didepanku, terbingkai lukisan pamandangan alam karya Maha Pencipta. Degradasi warna pantai yang mengelilingi pulau kerdil, ikan-ikan pun tampak menari-nari diantara karang yang bersebaran, sedangkan diatas, burung-burung berkejaran menantang kencangnya angin. Sungguh harmonisasi alam yang sempurna, pemandangan yang menyejukkan mata dan hati.

Akhirnya perahu kayu kami telah mencapai bibir pantai. Kita sudah sampai di Pulau Pombo, pulau bisu tak berpenghuni.

SDC11261

Karena tidak ada dermaga di pulau itu, kapal tidak bisa merapat secara sempurna. Beberapa ABK hanya mengikat tali kapal ke tiang yang di tanam di bibir pulau. Saya bergegas turun dan menceburkan kaki saya ke pantai, tersasa sejuk setelah setengah jam berjemur diatas kapal yang tidak ada atapnya.

Pulau Pombo terletak sekitar 5 km dari pulau Ambon bagian timur, luasnya tidak lebih dari 4 km2. Disamping pulau itu masih ada dua pulau kerdil lagi yang jaraknya berdekatan. Jika air laut sedang surut, ketiga pulau tersebut hampir menyatu.

Oleh Pemerintah Propinsi Maluku, Pombo dijadikan lahan konservasi yang dilindungi. Hingga saat ini, pulau tersebut tidak diijinkan untuk di huni oleh penduduk secara permanen. Terdapat beberapa tanaman dikembangkan disana, membuat pulau kecil itu semakin hijau.

Kunjunagn kami ke pualu Pombo dimaksudkan untuk melakukan kegiatan outbond. Setiap tahun di kantorku, Perwakilan BPKP Maluku, selalu mengadakan kegiatan tersebut. Jika tahun lalu outbond dilakukan di kepulauan Banda, maka berdasarkan rapat internal kantor, kegiatan dialalihkan di tempat berbeda guna menambah pengalaman baru. Kegiatan itu diikuti oleh sebagaian karyawan di kantorku.

Kami segera membangun beberapa tenda untuk berteduh selama dua hari kedepan. Mungkin hujan baru saja turun, tanah disana masih tersasa basah dan menimbulkan bau khas.

Dari pulau sebelah tampak pelangi menyeringai, menambah cantik pemandangan yang sudah indah. Dari dulu saya selalu suka pelangi. Berdasarkan buku cerita yang pernah saya baca waktu masih kecil, pelangi adalah selendang milik bidadari yang sedang mandi.

SDC11471

Ditengah padatnya acara oubond, saya menyempatkan untuk berjalan sendirian menyusuri tepian pantai. Sesekali ombak pasang menerpa kaki saya. Suara ombak begitu ribut, belum lagi angin laut yang kencang namun sangat segar. Ah… saya mersasakan keromantisan di sini, ditemani oleh nyanian alam.

Selama tinggal di Jawa (Jakarta, Tegal kemudian ke Jakarta lagi), sangat jarang saya merasakan keheningan, kecuali dimalam hari. Disana, orang begitu banyak, belum lagi kendaraan yang berlalu lalang. Dipulau Jawa, khususnya di kota-kota besar, bagaikan kue dengan rasa manis, maka banyak semut yang mengerubunginya.

IMG_0302

Konon katanya, dulu, pulau ini sering di singgahi burung Maleo. Burung ini memiliki bulu berwarna hitam, kulit sekitar mata berwarna kuning, iris mata merah kecoklatan, kaki abu-abu, paruh jingga dan bulu sisi bawah berwarna merah-muda keputihan. Di atas kepalanya terdapat tanduk atau jambul keras berwarna hitam.

Habitat asli Maleo sebenarnaya ada di kawasan Sulawesi. Maleo suka tinggal di sekitar pantai dan bertelur di pasir terbuka. Ukuran telur maleo bisa mencapai lima kali telur ayam. Saking besarnya, induk maleo bisa pingsan sesaat setelah bertelur.

Naasnya, tingkat kematian anak burung maleo sangat tinggi. Sebagian disebabkan perburuan yang dilakukan oleh manusia. Kini spesies tersebut terancam punah, termasuk langkanya maleo yang singgah di pulau Pombo, sayang.
Semoga burung-burung maleo kembali muncul di Pombo, seperti terbitnya matahari kala fajar tiba.

Oiya, karena untuk mengelilingi pulau tak seberapa jauh, saya bisa menikmati sunrise dan sunset dari segala penjuru. Saya mendapatkan visualisasi nayata atas gambar yang pernah saya buat saat masih kecil : matahari terbit diantara dua pulau dan dilatari oleh lautan.

IMG_0278

Outbond kali ini sangat menyenangkan, tidak kalah serunya dibanding ketika kami melakukan acara tersebut di kepualauan Banda (pulau terindah yang pernah saya kunjungi).

Kegiatan outbond diisi dengan permainan-permainan yang mungkin bisa menambah kekompakan diantara pegawai, disamping memacu kratifitas kita.

Di pulau Pombo, tempat MCK kami bangun sendiri dengan bedeng-bedeng sederhana, sedangan untuk tidur kita menggunakan tenda besar menyerupai barak-barak pengungsi. Keterbatasan fasilitas tersebut tidak mengurangi kami untuk menikmati kegiatan tersebut.

Bahkan dimalam hari, saya sempat tidur di pantai beralaskan tikar plastik. Menunggu mata terpejam dengan memandangi bintang-bintang dilangit dan diselimuti angin malam, sungguh luar biasa.

Semua pegawai melebur menjadi satu, tidak peduli atasan atau bawahan. Semua tertawa menikmati kebersamaan. Kata mentor outbond kami : “ selama disini, harus bersenang-senang”.

IMG_0242

Tepat dua hari kami di pulau Pombo hingga acara outbond berakhir. Saatnya pulang ke kampung halaman nomor tiga, Ambon. Kapal kayu yang memabawa kami ke pulau Pombo siap mengantar kami pulang. Banyak pengalaman indah yang dapakan selama disana.

Namun dalam hati tetap saja menyisahkan kerisauan. Ditengah menikmati indahnya pemandangan pulau Pombo, saya menyaksikan banyaknya sampah-sampah berserakan.

Mungkin sampah itu bersasal dari orang-orang yang pernah berkunjung di pulau Pombo dan pulang meninggalkan sampah, bisa juga sampah kiriman dari tempat lain yang terkirim melalui lautan luas. Yang pasti semua itu disebabkan oleh ulah manusia.

Sering saya melihat begitu enaknya orang membuang sampah ke laut. Pikir mereka jika sampah di buang, sampah akan hilang dimakan ombak.

IMG_0292

Sekarang lihat hasilya, sampah itu tidak akan hilang begitu saja, sampah-sampah akan bermutasi ke tempat lain dan parahnya lagi sampah tersebut juga dapat merusak terumbu karang yang berarti merusak ekosistem di dalam lautan, hemmm.

Apa mau dikata, sekarang yang bisa saya katakanan : “Friend, buanglah sampah pada tempatnya dan mulailah dari diri sendiri, pelase”.

* Photo oleh : Chaki dan Sef

Ditulis oleh sef

Juli 9, 2009 pada 15:07

Ditulis dalam Uncategorized

10 Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. Wuih mantep gambare sef…

    adis

    Juli 9, 2009 pada 15:07

  2. wuih ternyata almas kopas dari sini ya..

    kapan ke Pombo lagi bos, almas ngajakin tuh..

    muhamaze

    Juli 13, 2009 pada 15:07

    • Gak koq, yg nulis emang aku, sebelumya dah minta ijin ke bang Almas….
      Klo dalam waktu deket ini gak bisa boss…

      sef

      Juli 14, 2009 pada 15:07

  3. Hay, lam kenal. kebetulan aku juga maluku blogger komunity. bang aku ada perlu, kebetulan lihat postingan anda tentang pulau pombo. aku tertarik sekali. aku mau ngobrol sedikit tentang photo2-nya keren gila ini. please kunjungi saya. atau tolong kirim pesan ke email saya saya di: “mokhsinello@yahoo.com” aku butuh bantuannya oke. atau log in alamat eamil aku di atas buat FB-an.

    please…..
    bantuan email-mu, menjadi cerah buatku.

    ello

    Juli 18, 2009 pada 15:07

    • Lam kenal juga ello.
      Terimakasih atas sanjungannya. Nanti aku kontak kamu lewat email, Ok…

      sef

      Juli 19, 2009 pada 15:07

  4. Woow..kalu pengin ke pulau Pombo naik perahunya dari mana Pelabuhan Yos Sudarso Ambon atau dari mana?

    agus riyatno

    September 7, 2009 pada 15:07

    • Klo mo ke pulau Pombo, mending dari pelabuhan Liang aja. Dari p Liang paling cuma setengah jam pake kapal kayu….

      sef

      September 9, 2009 pada 15:07

  5. Salam kenal Mas,

    Senang bisa baca postingan-a dan sangat membantu dalam hal rekomendasi dan informasi. Kebetulan juga saya salah satu penggemar tempat2 yg indah dan biasa dilakukan dengan teman2 “Backpacker”.
    Boleh tau contact person-a mas? email atau YM or FB yg lebih mudah dalam hal komunikasi. Udah lama menyimpan keinginan utk mengunjungi Ambon tp blom kesampaian. Mungkin diusahakan dalam waktu dekat bisa sampai disana. Thanks mas, nice to see this post actually :)

    Roy

    Februari 6, 2010 pada 15:07

    • Seneg juga, postingan saya bisa turut menggairahkan Mas Roy untuk berpackeran….

      Contack person saya sudah saya kirim melalui emai Mas Roy.

      sef

      Februari 16, 2010 pada 15:07


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.