Catatan Sef

Everything,… About My Perceptions

The Power Of Hobby

tinggalkan komentar »

Hampir setiap orang memiliki hobi walaupun tingkat kefanatikannya berbeda-beda. Hobi itu bisa dari kesukaan atas olahraga, film, petualangan dan banyak jenis lainnya. Dengan memiliki hobi berarti kita memiliki satu warna tambahan dalam kehidupan. Jadi, beruntunglah orang yang telah menemukan dan enjoy atas hobinya.

Dengan bangga, saya katakan bahwa hobi saya saat ini adalah bermain tenis lapangan. Bangga karena biasanya olahraga tersebut di mainkan oleh orang-orang kelas atas. Walaupun saya bukan kalangan atas namun saya beruntung dapat rumah mess yang di depannya ada lapangan tenis, fasilitas gratis yang dikasih sama pemerintah. Sebelum mendapatkan penugasan bekerja di Kota Ambon, tiga tahun lalu, saya tidak pernah bermain olahraga tersebut.

Awalnya, bermain tenis hanya iseng saja tapi lama-kelamaan jadi ketagihan juga. Menurut saya, tenis lapangan adalah olah raga yang sangat kompleks. Tangan dan kaki semunaya bergerak, otak kita juga bekerja untuk mengatur strategi bagaimana dan dimana bola akan ditempatkan ke lapangan lawan. Jika bola berhasil masuk dan menghasilkan point, rasanya maknyus…. Saya benar-benar tersihir.

Biasanya, di hari sabtu pagi saya dan teman-teman bermain tennis kemudian dilanjutkan sore harinya dan mungkin malamnya juga. Hari minggu pagi maen tenis lagi, kalo ada yang mengajak sorenya masih bisa main lagi dan malamnya lagi, besok sorenya sepulang dari kantor maen lagi, besoknya lagi dan lagi….(jangan terlalu percaya karena saya sedikit lebay). Bahkan saat puasa seperti ini pun kita tetap rajin main tennis. Baca entri selengkapnya »

Written by sef

September 1, 2009 at 15:07

Ditulis dalam Uncategorized

Marhaban Ya Ramadhan

tinggalkan komentar »

masjid

Alhamdulillah, sebentar lagi bulan suci Ramadhan segera tiba. Bulan seribu bulan, bulan penuh barokah dan bulan penuh ampunan bagi kaum muslimin yang bertaqwa. Bagi saya, bulan ramadahan berarti harus berpuasa sebulan penuh.

Kita patut bersyukur karena tinggal di negara dengan mayoritas penduduknya beragama islam. Ketika Ramadahan tiba suasananya menjadi semarak. Disepanjang jalan banyak penjual dadakan yang menjajakan makahan khas berbuka puasa, malamnya terdengar kemeriahan bunyi petasan dan kembang api, kemudian stasiun-stasiun televisi berlomba-lomba menyuguhkan tontonan bertemakan puasa. Dengan begitu ibadah puasa yang kita laksanakan terasa lebih ringan untuk dilaksanakan.

Namun tak berarti berlangsungnya bulan Ramadhan hanya suatu euforia belaka dan melupakan makna yang tekandung dalam bulan suci tersebut. Ibadah puasa yang kita laksanakan jelas hanya karena dan diperuntukan untuk Sang Khalik.

Dan berpuasa juga bukan hanya menahan rasa lapar saja, lebih dari itu, dengan berpuasa kita diwajibkan menahan segala hawa nafsu yang membelenggu keimanan kita setiap saat.

Realisasinya, menjalankan puasa dengan sebenar-benarnya tidaklah mudah. Jika hanya tidak makan dari subuh hingga maghrib mungkin masih mudah, namun untuk mengendalikan hawa nafsu susahnya minta ampun. Itulah ujian yang diberikan Allah SWT bagi umat islam. Dibalik ujian tersebut terdapat hikmah yang sangat luar biasa besarnya.

Mari kita bersihkan hati dan sambutlah bulan agung nan mulia, bulan dimana ayat Al’quran pertama kali diturunkan. Semoga di bulan suci Ramadhan ini, kita dilimpahkan kebarokahan dan menjadikan kita sebagai pribadi yang lebih baik lagi.

Selamat menunaikan ibadah puasa. Marhaban ya Ramadhan.

Written by sef

Agustus 20, 2009 at 15:07

Ditulis dalam Uncategorized

Tentukan Investasimu!

with 2 comments

images1

Masa muda masa yang berapi-api, begitulah salah satu bait syair lagu yang pernah dibawakan oleh Rhoma Irama di tahun 80-an. Ya, masa muda adalah saat dimana seribu keinginan ada di pundak, segala hal baru ingin di coba dan segala barang baru ingin dimiliki, apalagi yang sudah (baru) bekerja. Terkandang kita tidak berpikir panjang dalam mengeluarkan uang, hanya untuk memenuhi keinginan saja bahkan untuk sesuatu yang sebenarnya tidak perlu. Ujung-ujungnya, pengeluaran akan membengkak.

Padahal kita tidak hidup di waktu itu saja. Jika di beri waktu panjang, insyaAllah, kita akan melalui roda kehidupan yang terus berjalan dan terkadang tak bisa tertebak kemana arahnya. Jadi sangat tidak bijak memfoya-foyakan pengahasilan untuk sesaat.

Sebenarnya sah-sah saja jika kita menysihkan penghasilan untuk bersenang-senang menikmati masa muda karena masa itu tidak datang dua kali. Tapi seringnya kita lupa diri dan keblabasan. Alhasil, tidak ada sisa uang lagi untuk di tabung.

Waktu masih kecil, orang tua kita selalu memberikan celengan agar anaknya mau belajar menabung. Sekarang kita sudah bekerja dan mendapatkan gaji tiap bulannya, biasakanlah untuk menabung seperti anjuran orang tua dulu. Apalagi sudah banyak bank yang menawarkan kemudahan nasabahnya untuk menabung. Daripada menghamburkan uang hanya demi memenuhi hasyat gejolak masa muda, lebih baik sebagian penghasilan ditabung untuk memepersiapkan bekal di masa depan

Tapi apakah dengan menabung saja sudah cukup? Menampung uang di bank dalam jangka waktu yang lama tidaklah kreatif. Lebih baik kita mengalihkan dana tabungan yang telah terkumpul menjadi investasi. Baca entri selengkapnya »

Written by sef

Agustus 4, 2009 at 15:07

Ditulis dalam Uncategorized

Persepsi Kebahagiaan

with 4 comments

images1

Kepalaku termangguk-angguk menonton Fenny Rose dan temannya menawarkan perumahan elite di Metro TV. Senyum mereka terus mengembang sambil menelusuri sudut-sudut rumah. Setiap view yang ditampilkan adalah kemewahan. Bibirku semakin mengangga ketika Fenny Rose menutup acara itu, “Sungguh penawaran yang sangat fantastis, dengan harga hanya Rp. 1,8 milyar kita sudah dapat rumah yang wah ini. Cepetan persediaan terbatas!”.

Acara diatas mungkin hanya ditujukan untuk kaum borjuis, orang-orang berkantong tebal dengan penghasilan selangit. Kenyataanya permintaan akan hunian esklusif terus mengalir, manandakan jumlah orang kaya khususnya di Indonesia sangat banyak. Pertanyaannya adalah, apakah mereka bahagia?

Misalkan ada survey untuk menentukan tingkat kebahagiaan dengan responden antara orang-orang kalangan atas dengan kelas menengah atau bos-bos dengan karyawan rendahan. Saya jamin, hasilnya tingkat kebahagiaan mereka tidak akan jauh berbeda. Tidak semua orang kaya bahagia dan dan tidak semua orang miskin (tapi jangan miskin-miskin amat) menderita. Jadi menurut saya, kekayaan tidak menjamin orang itu bisa bahagia dan uang bukan tolak ukur utama untuk menentukan kebahagiaan.

Yang membedakan mungkin adalah masalah persepsi saja. Contohnya adalah, seorang tukang becak akan senang bukan kepalang jika diberi uang sejuta rupiah. Tapi jika uang sebesar itu diberikan kepada pengusaha sukses, maka akan ditanggapi dengan biasa saja, dia baru senang jika mendapatkan uang seratus juta rupiah. Mendapatkan uang satu juta rupiah dibanding seratus juta rupiah mungkin memberikan tingkat kebahagiaan yang sama dengan dua subjek berbeda. Baca entri selengkapnya »

Written by sef

Juli 23, 2009 at 15:07

Ditulis dalam Uncategorized

Dua Hari Di Pulau Pombo

with 8 comments

Dari kejauhan pualu itu tampak teramat kecil. Perahu kami terus berderu menyibak ombak yang tenang. Tujuan semakin dekat, namun pulau itu tetap tak menunjukkan keagungannya. Hanya terlihat pepohonan yang berdiri diatas bentangan pasir putih tak seberapa luasnya.

Didepanku, terbingkai lukisan pamandangan alam karya Maha Pencipta. Degradasi warna pantai yang mengelilingi pulau kerdil, ikan-ikan pun tampak menari-nari diantara karang yang bersebaran, sedangkan diatas, burung-burung berkejaran menantang kencangnya angin. Sungguh harmonisasi alam yang sempurna, pemandangan yang menyejukkan mata dan hati.

Akhirnya perahu kayu kami telah mencapai bibir pantai. Kita sudah sampai di Pulau Pombo, pulau bisu tak berpenghuni.

SDC11261

Karena tidak ada dermaga di pulau itu, kapal tidak bisa merapat secara sempurna. Beberapa ABK hanya mengikat tali kapal ke tiang yang di tanam di bibir pulau. Saya bergegas turun dan menceburkan kaki saya ke pantai, tersasa sejuk setelah setengah jam berjemur diatas kapal yang tidak ada atapnya.

Pulau Pombo terletak sekitar 5 km dari pulau Ambon bagian timur, luasnya tidak lebih dari 4 km2. Disamping pulau itu masih ada dua pulau kerdil lagi yang jaraknya berdekatan. Jika air laut sedang surut, ketiga pulau tersebut hampir menyatu.

Oleh Pemerintah Propinsi Maluku, Pombo dijadikan lahan konservasi yang dilindungi. Hingga saat ini, pulau tersebut tidak diijinkan untuk di huni oleh penduduk secara permanen. Terdapat beberapa tanaman dikembangkan disana, membuat pulau kecil itu semakin hijau. Baca entri selengkapnya »

Written by sef

Juli 9, 2009 at 15:07

Ditulis dalam Uncategorized

Hal Yang Membanggakan

tinggalkan komentar »

Rasa bangga adalah hadiah istimewa, hasil dari sesuatu hal baik yang telah kita kerjakan. Terkadang rasa bangga itu datang pada saat yang tak terduga.

Saya pernah merasakan bosannya saat-saat menganggur. Ketika baru lulus kuliah, walaupun sekolah di perguruan tinggi negeri dengan ikatan dinas namun tidak serta merta ketika lulus langsung bekerja, ada jeda sekitar hampir setahun saya menganggur.

Hingga suatu saat, ada iklan lowongan pekerjaan di koran Kompas yang mencari guru privat untuk siswa SMU yang akan menghadapi ujian akhir sekolah. Mumpung lagi nganggur plus isi dompet yang semakin menipis, saya coba melamar pekerjaan tersebut. Dengan pengalaman tidak pernah menjadi guru privat, modal saya adalah nekat dan nothing to loose.

Gayung bersambut, selang beberapa hari setelah surat lamaran dikirim melalui faximile, saya mendapat telpon dari si pemasang iklan. Esok harinya saya harus langsung mengajar sekaligus nego masalah honor yang akan dibayar. Jika cocok, akan lanjut mengajar. Baca entri selengkapnya »

Written by sef

Juni 28, 2009 at 15:07

Ditulis dalam Uncategorized

Perdebatan Dua Sahabat

tinggalkan komentar »

tangga

Selalu meneyenangkan bertemu kembali dengan teman lama. Kita akan bercerita tentang masa lalu, kenangan-kenangan indah, hingga kejadian-kejadian yang telah terjadi dan dilewatkan oleh sang teman. Secangkir es sirop yang dihidangkan tak lebih segar dari obrolan hangat dua kawan lama.

Libur lebaran kemaren, saya meneyempatkan berkunjung ke rumah Santo, salah satu teman  saya setelah sekian lama tak bertemu. Kita sempat satu kelas waktu di SMP. Dulu, saya anggap dia sebagai barometer pretasi di sekolah. Namun tetap saja presatasinya dikelas selalu lebih baik dari saya, hingga dia melanjutkan ke STM dan saya ke SMU. Obrolan terus berlanjut, menceritakan kenangan-kenangan yang kembali terbingkai.

Hingga akhirnya, perbincangan berganti topik. “Apa yang ingin kamu capai?” tanyaku, tentu dengan menggunakan bahasa ngapak (saya orang Tegal asli). Ternyata pertanyaan itu memulai perdebatan yang cukup seru.

Saya rasa, kita sama-sama telah menjadi dewasa. Di usia 25 tahun, sudah sepantasnya mampu menghadapi kompleksitas kehidupan, secara mandiri, tidak lagi terlalu bergantung pada orang-orang di sekililing kita.

Saya adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dengan profesi seperti itu, walaupun tidak mapan-mapan amat, bisa dibilang saya sudah cukup aman secara meteri (financial) dengan gaji rutin setiap bulan plus uang pensiun di usia tua kelak, hmmm…. Alhamdulillah.

Santo bekerja di sebuah perusahaan otomotif dengan gaji tinggi (menurut saya). Dengan posisi yang bagus di kantornya dan telah menjadi pegawai tetap, masa depan cerah ada didepan mata. Berkat prestasinya, dia (bersama timnya) berhasil mendapatkan bonus berlibur dan kunjungan kerja ke India dan Singapura, good job bro!

“Aku ingin keluar dari kantorku” kata Santo menjawab pertanyaanku. Ditengah tingginya angka pengangguran, para pencari kerja saling berebut lowongan pekerjaan sampai pekerjaan yang ecek-ecek pun mereka rela antri mendapatkannya, Santo justru mengambil langkah untuk keluar dari perusahan yang cukup bonafit, ironis. “Aku mau berwiraswata”. Baca entri selengkapnya »

Written by sef

Mei 10, 2009 at 15:07

Ditulis dalam Uncategorized